Kamis, 19 September 2013

Long Distance Relationship

Long Distance Relationship

Jejaring Sosial Membawa berkah

Hai distancers ternyata bukan Cuma kamu yang long distance, ternyata banyak sekali para distancers ya.. mungkin lebih “jlebb” dari mu .
Nah disini aku akan menceritakan pengalaman ku mejadi orang DISTANCERS.

Berawal dari jejaring social ,tak ada niat untuk mencari pasangan. Menurutku jejaring social hanya untuk mereka yang mencari teman baru. Aku tidak pernah percaya dengan teman-teman jejaring social ku.
Hari itu aku menyempatkan membuka facebook . disitu aku Cuma iseng-iseng aja deh..
lalu tiba-tiba tak lama ada teman jejaring social ku yang mengajak kenalan.ya aku menjawab sewajar-wajarnya saja. Disana kita berkenalan, bertukar cerita, dan yaaa…. Semestinya orang kenalan gimana sih ..
Lama kita berbincang-bincang tiba-tiba dia berkata
“ehmm.. kita statusan yu..Cuma status fb doang ko.. mau ga”

aku ragu.. aku takut bila aku “berhubungan status” san sama dia lama-lama aku takut kita memang pacaran seriusan. Dan aku ga mau itu.
lama-lama dia membujukku, akhirnya gara-gara aku terlalu negative , dan akhirnya karma untukku ,aku terima tapi “hanya status tidak lebih”
Lalu disaat itu aku bertukar nomor telfon. Dan aku off
tiba-tiba handphone ku berbunyi.
Ternyata dia SMS “hay sayang .. ” ..
dengan cepat nya aku menjawab “ya sayang ada apa?” (dengan perasaan senang)
Beranjak 1 bulan status facebook kita tetap “engaged”.dan tiba-tiba dia menelfonku.
aku pun ragu untuk mengangkatnya? Untuk apa dia menelfonku? Biasanya sms pun cukup?

lalu aku angkat dengan sinyal yang kurang baik suaranya pun tak jelas untuk didengar dan langsung aku matikan. Dan tiba-tiba wahhhhhhhhhhhhh  mengapa Tiba-tiba hati pun terasa dag dig dug. Mengapa perasaaan ku seperti ini. tak biasanya seperti ini.
lalu kedua kalinya dia menelfon ku kembali, lalu dia berkata.
“kenapa hubungan kita lama-lama semakin seperti orang yang pacaran,kenapa tiba-tiba aku rasain yang emang berbeda”
Dengan diamnya aku berbisik dalam hati “bahkan aku pun merasakan yang sama sepertimu”
tak lama dia pun mengajakku untuk berhubungan lebih serius.
Mungkin tak salah memberi kepercayaanku untuknya. Lagi pula tak semuanya teman-teman  jejaring sosialku tak baik.
tiba-tiba itu yang aku katakana dalam hati.
Dan tak lama aku terima apa yang dia katakanya itu.
Kira-kira 6 bulan kita pacaran. BOHONG bila dalam 6 bulan itu kita tidak bertengkar..

aku ingat saat dia tiba-tiba selingkuh.
Hari-hari itu suasana berubah. Dia tak seperti biasanya . lalu aku membuka akun facebooknya ituu pun tak sengaja aku melihat chatnya dengan temannya, memang temannya tapi yang dia ceritakan itu yang membuat aku kesal , marah, pokonya FULL GALAU.
Lalu setelah itu aku sms dia dan aku meminta putus, tak dibalasnya. Siangnya aku sms dia lagi tak dibalasnya juga. Mungkin hampir 1000 kali aku sms dia tak jawab juga. Dan disitu lah niat ku benar-benar ingin putus. Tekatku benar-benar bulat.
lalu sorenya aku telfon dia aku ingin bicara serius dengannya. Aku ingin tau jawaban dia.
dan tiba-tiba telfon pun di angkat..
dan tak sadar yang mengangkat telfon itu seorang perempuan.
pertama aku positif thingking mungkin itu kakanya..
saat aku Tanya dan dia bilang
“AKU CEWENYA INI SIAPA?”
Disitu aku terdiam tak bisa berkata apa-apa,aku pun bingung aku harus bilang apa dan akhirya aku berkata “oh iya,maaf ganggu” lalu aku tutup telfon itu.
Disitu memang hari puncak-puncaknya fikiranku negative, rasanya aku ingin sekali bertemu dan memukuli kedua orang itu.Aku menangis semalaman.
Dan besok paginya tiba-tiba laptop ku berbunyi.
Ternyata pacarku!!!!!
Dengan cepatnya aku membuka..
“sayang ini Cuma salah paham. Sebenarnya aku tak cinta dengan dia, maaf sayang kalo memang aku menyakitimu. Ini semua jauh dari pikiranmu. Aku berhubungan dengan dia hanya sekedar main-main,aku hanya jenuh pacaran seperti ini.sayang tolong maafkan aku, aku berjanji aku tak akan mengulanginya lagi, kemarin waktu kamu telfon aku , tiba-tiba dia mengambil handphone ku. Jujur aku ga mau putus dari kamu, aku sayang kamu, aku cinta kamu, demi tuhan aku sayang sama kamu. Tolong beri aku kesempatan lagi (dengan emotion sedih)’’
Disitu hati ku terasa sedikit lega.meski masih ada rasa-rasa yang sakit.
Lalu dia menelfon ku beruuullaaaanggg ulanggg..
memohon-mohon meminta maaf ..
Akhirnya aku angkat dan aku menjawab “ya, aku maafin”
Tetapi dalam hati aku ga sepenuh hati kasih kepercayaanku untuknya. Aku ingin melihat bagaimana perubahan dia,apa masih seperti itu atau memang sudah berubah.
Ternyata 360 derajat dia berubah drastic. Dia lebih perhatian , dia selalu membuat hari-hariku tersenyum,pokonya memang dial ah yang terbaik
Menjalani 2 tahun ini aku dan pasanganku tetap menjadi distancers. Tak masalah terpisahkan oleh jarak asalkan kepercayaan masing-masing selalu berdiri tegak.
Yah meski sampai sekarang aku belum pernah sama sekali bertatap muka dengannya , aku yakin suatu saat pasti aku bisa selamanya dengan dia.
Hai distancers lainnya, mungkin kita memang terbanjiri dengan rindu yang bergejolak #halahh.. tapi percaya deh suatu saat kerinduan kalian akan terbalas lebih-lebih dari ini. dan secara tidak sadar kita diajarkan kesabaran,tak egois,dan menghargai satu sama lain.
semoga para distancers , hubungan kalian selalu awet dan apa yang kalian inginkan semua terpenuhi.dan do’ain aku juga yah
J
Always optimistic and keep your
 heart for the people there.
THE DISTANCERS
thumbnail
Judul: Long Distance Relationship
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait Inspirasi :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Ali oleh Ali Madura - Published by Gratis Template Blog